Senin, 10 September 2012

Pencemaran Hewan


Apa saja yang kita pelajari sebagai dasar-dasar atau perkenalan mengenai pencemaran hewan?
Yo sama-sama kita telusuri halaman ini…!!!

A.     Pengertian Pencemaran Hewan
Pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Definisi ini sesuai dengan pengertian pencemaran pada (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982. (Mozaiksains, 2011)
Sedangkan secara etimologi, kata "hewan" berasal dari kata Latin animalis, yang berarti "memiliki nafas". Dalam penggunaan sehari-hari, kata hewan biasanya mengacu pada non-manusia. Kadang-kadang, kerabat dekat manusia hanya seperti mamalia dan vertebrata lainnya ditujukan dalam penggunaan sehari-hari. Definisi biologis dari kata hewan mengacu pada seluruh anggota kerajaan Animalia, meliputi makhluk yang beragam seperti spons, ubur-ubur, serangga dan manusia. (Svhoong, 2012)

Jadi, pencemaran hewan berarti masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lainnya ke dalam tubuh hewan, yaitu seluruh anggota kerajaan Animalia.

Sedangkan bahan pencemar disebut dengan polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup, hal ini dapat terjadi jika terdapat pada kondisi :
1. Jumlahnya melebihi jumlah normal 
2. Berada pada waktu yang tidak tepat  
3. Berada pada tempat yang tidak tepat


Sifat polutan adalah:  
1. Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi. 
2.  Merusak dalam jangka waktu lama.

B.     Macam-Macam Pencemaran Hewan
Menurut kami, ada 3 macam pencemaran hewan yaitu:
1.      Hewan yang tercemar oleh logam berat seperti Timbal (Pb), Cadmium (Cd), Merkuri (Hg), Alumunium (Al), dan Besi (Fe).
2.      Hewan yang tercemar oleh zat-zat selain logam berat, seperti tercemar oleh zat kimia organik berbahaya, ataupun bakteri dan virus.
Contohnya ikan lele.
Lele sering ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk. Sehingga Lele juga bisa mengurangi resiko terjangkinyat DBD terutama pada musim hujan saat banyak genangan air. Karena Lele juga bisa memakan jentik-jentik nyamuk Aedes Aegepti yang berpotensi menyebarkan Penyakit Demam Berdarah. Seringkali lele juga ditaruh dan dikembangbiakan di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan dan memakan kotoran-kotoran. Namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan, karena pada zaman sekarang ini peternakan lele sudah maju, dan hal tersebut juga dapat diatasi dengan cara memelihara lele di air yang mengalir selama beberapa hari dan tidak diberi pellet sebelum dikonsumsi. Sehingga kotoran-kotoran yang ada ditubuhnya bisa keluar dan kita bisa mengkonsumsinya secara aman.
3.      Hewan yang mencemari lingkungan.
Seringkali kotoran-kotoran hewan ternak seperti ayam, sapi, kambing, kerbau, bahkan babi mencemari lingkungan. Sehingga harus disediakan tempat khusus bagi hewan ternak agar lingkungan tidak tercemar.

C.     Sumber Pencemaran Hewan
Sumber-sumber pencemaran hewan meliputi:
·         Dari pencemaran air
·         Dari pencemaran tanah
·         Dari pencemaran udara

D.     Akibat Pencemaran Hewan
Adapun beberapa akibat pencemaran hewan antara lain:
1.      Hewan yang mati akibat tercemar, dapat menyebabkan bau tak sedap di lingkungan sekitar.
2.      Hewan yang tercemar logam berat, yang kemudian dapat masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi hewan tersebut, dapat menyebabkan kesehatan terganggu hingga pada kematian.
3.      Kotoran hewan ternak dapat mencemari lingkungan sekitar dan dapat menyebabkan tumbuhnya bibit penyakit.

E.     Cara Mengatasi Pencemaran Hewan
Beberapa cara mengatasi pencemaran hewan antara lain:
1.      Hewan yang tercemar bakteri sebaiknya dipelihara terlebih dahulu dalam air mengalir selama beberapa hari tanpa diberi pellet, sebelum dikonsumsi.
2.      Melakukan analisis terlebih dahulu terhadap hewan-hewan dari daerah atau sungai di sekitar tempat pembuangan limbah, baik itu limbah industri ataupun limbah rumah pada TPA (Tempat Pembuangan akhir), sebelum diambil dagingnya untuk dikonsumsi.
3.      Menampung kotoran hewan ternak di tempat khusus sebelum dilakukan tindak lanjut, seperti contohnya untuk pembuatan pupuk.

F.      Cara Mencegah Pencemaran Hewan
Cara mencegah terjadinya pencemaran pada hewan adalah dengan menerapkan etika lingkungan. Etika adalah penilaian terhadap tingkah laku atau perbuatan. Etika bersumber pada kesadaran dan moral seseorang. Etika biasanya tidak tertulis. Namun ada etika yang tertulis, misalnya etika profesi, yang dikenal sebagai kode etik.
Etika lingkungan, pada dasarnya adalah perbuatan apa yang dinilai baik untuk lingkungan dan apa yang tidak tidak baik bagi lingkungan. Etika lingkutan bersumber pada pandangan seseorang tetang lingkungan.
Prinsip-prinsip etika lingkungan mengatur sikap dan tingkah laku manusia dengan lingkungannya. Prinsip-prinsip tersebut adalah prinsip tidak merugikan, tidak campur tangan, kesetiaan, dan keadilan.
1.   Prinsip tidak merugikan (the rule of Nonmaleficence), yakni tidak merugikan lingkungan, tidak menghancurkan populasi spesies atau pun komunitas biotic.
2.   Prinsip tidak campur tangan (the rule of noninterference), yakni tidak memberi hambatan kepada kebebasan setiap organisme, yaitu kebebasan mencari makan, tempat tinggal, dan berkembang biak.
3.   Prinsip kesetiaan (The rule of fidelity) yakni tidak menjebak, menipu, atau memasang perangkap terhadap makhluk hidup untuk semata-mata kepentingan manusia.
4.   Prinsip keadilan (the Rule of Restitutive Justice), yakni mengembalikan apa yang telah kita rusak dengan membuat kompensasi.

Beberapa contoh tindakan tindakan yang sesuai dengan etika lingkungan adalah sebagai berikut :
1. Membuang sampah (missal bungkus permen) pada tempatnya. Jika belum ditemukan tempat sampah,
    bungkus permen itu hendaknya dimasukkan ke saku terlebih dahulu sebelum di buang pada
    tempatnya.  
2. Menggunakan air secukupnya. Jika tidak sedang digunakan, matikan keran. Dari keran yang menetes
    selama semalam, dapat ditampung air sebanyak 5- 10 liter, cukup untuk minum bagi dua orang dalam
    sehari. Ingat, sesungguhnya air itu tidak hanya untuk manusia, tetapi juga untuk makhluk hidup
    lainnya. 
3. Hemat energi. Mematikan lampu listrik jika tidak digunakan. Jika kamu memasak air, kecilkan api
    kompor tersebut segera setelah air mendidih. Menurut hukum fisika, jika air mendidih, suhunya tidak
    dapat ditingkatkan lagi. Menggunakan api kompor besar ketika air sudah mendidih hanya
    memboroskan bahan bakar.  
4. Tidak membunuh hewan yang ada di lingkungan, menangkap, atau memeliharanya.  
5. Tidak memetik daun, bunga, ranting, atau menebang pohon tanpa tujuan yang jelas dan bermanfaat.  
6. Gemar menanam bunga, merawat tanaman, melakukan penghijauan.  
7. Mencegah terjadinya pencemaran lingkungan  
8. Mengembalikan hewan atau tumbuhan ke habitat aslinya.
(Rie, 2009)

G.    Hewan Sebagai Indikator Pencemaran
Indikator biologi digunakan untuk menilai secara makro perubahan keseimbangan ekologi, khususnya ekosistem, akibat pengaruh limbah.
Menurut Verheyen (1990), spesies yang dapat tahan hidup pada suatu lingkungan terpopulasi, akan menderita stress fisiologis yang dapat digunakan sebagai indicator biologi.
Dibandingkan dengan menggunakan parameter fisika dan kimia, indicator biologi dapat memantau secara kontinyu. Hal ini karena komunitas biota perairan (flora/fauna) menghabiskan seluruh hidupnya di lingkungan tersebut, sehingga bila terjadi pencemaran akan bersifat akumulasi atau penimbunan.
Keaneka ragaman flora dan fauna ekosistem dungai tinggi menandakan kualitas air baik/belum tercemar. Tetapi sebaliknya bila keanekaragamannya kecil, sungai tersebut tercemar.
Bagaimana kita dapat menggunakan indikator yang cocok? Indikator biologi pencemaran sungai harus memenuhi kriteria:
1.      Mudah diidentifikasi.
2.      Mudah dijadikan sampel, artinya tidak perlu bantuan operator khusus, maupun peralatan yang mahal dan
      dapat dilakukan secara kuantitatif.
3.      Mempunyai distribusi yang kosmopolit.
4.      Kelimpahan suatu spesies dapat digunakan untuk menganalisa indeks diversitas.
5.      Mempunyai arti ekonomi sebagai sumber penghasilan (seperti ikan), atau hama/organism pengganggu
      (contoh:beberapa Algae).
6.      Mudah menimbun bahan pencemar
7.      Mudah dibudidayakan di laboratorium
8.      Mempunyai keragaman jenis yang sedikit.

Yang perlu diperhatikan dalam memilih indikator biologi adalah tiap spesies mempunyai respon terhadap pencemaran yang spesifik.
Pencemaran panas (termal) > 30oC hewan yang digunakan indicator adalah sejenis cacing Brachiurasowerbyi dan hewan bercangkang Physe sp.
Pencemaran air oleh bahan organik yang subur dan oksigen terlarut (DO) pada taraf nol spesies indicator yang dapat ditemui adalah larva lalat Eristalis dan Pscyhoda.

Hewan makro invertebrata untuk indikator biologis pencemaran organik pada beberapa tingkat dibagi atas:
·         Indikator air bersih: Ephemera, Ecdyonurus, Leuctra, Nemurella, dan Perla.
·         Indikator pencemaran ringan: Amphinemura, Ephemerella, Caenis, Gammarus, Baetis, Valvata, Bythynia, Hydropsyche, Limnodrius, Rhyacophyla, dan Sericostoma.
·         Indikator pencemaran sedang: Asellus, Sialis, Limnaea, Physa, dan Sphaerium.
·         Indikator pencemaran berat: Nais, Chironomous, Tubifex, Chrnomous, dan Eristalis.
















(Sastrawijaya, 2000)

Silakan cek mengenai cara menghitung Indeks Diversitas Keragaman di,

H.    Toksisitas Logam Berat Pada Hewan
Toksisitas logam adalah terjadinya keracunan dalam tubuh manusia atau hewan yang diakibatkan oleh bahan berbahaya yang mengandung logam beracun. Zat-zat beracun dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan, kulit, dan mulut. Pada umumnya, logam terdapat di alam dalam bentuk batuan, bijih tambang, tanah, air, dan udara. Macam-macam logam beracun yaitu raksa/merkuri (Hg), kromium (Cr), kadmium (Cd), tembaga (Cu), timah (Sn), nikel (Ni), arsene (As), kobalt (Co), aluminium (Al), besi (Fe), selenium (Se), dan zink (Zn).[3] Walaupun kadar logam dalam tanah, air, dan udara rendah, namun dapat meningkat apabila manusia menggunakan produk-produk dan peralatan yang mengandung logam, pabrik-pabrik yang menggunakan logam, pertambangan logam, dan pemurnian logam. Contohnya penggunaan 25.000-125.000 ton raksa per tahun pada pabrik termometer, spigmanometer, barometer, baterai, saklar elektrik, dan peralatan elektronik. (Wikipedia, 2012)


Sekarang…
Untuk lebih memahami kasus-kasusnya, lihat kumpulan artikel berikut:

Makrozoobenthos sebagai Indikator Pencemaran Lingkungan

Mikroorganisme indikator


Berita dan info:
Sapi Makan Sampah Bertimbal
Daging Organik Lebih Berisiko Tercemar Toksoplasma

Daging Sapi Jepang Tercemar Radioaktif


Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Toksisitas_logam. Diakses: Sabtu, 8 September 2012. Pukul 17.55 WIB
http://itswrong.webs.com/indeks_diversitas.pdf. Diakses: Minggu, 9 September 2012. Pukul 7.20 WIB
Mozaiksains. 2011. Pengertian Pencemaran. http://mozaiksains.wordpress.com/2011/10/17/pengertian-pencemaran/. Diakses: Rabu, 5 September 2012. Pukul 11.00 WIB
Rie. 2009. Pencemaran Lingkungan Dan Upaya Mengatasinya. http://kulimijit.blogspot.com/2009/06/ pencemaran-lingkungan-dan-upaya.html. Diakses: Sabtu, 8 September 2012. Pukul 13.34 WIB
Sastrawijaya, A Tresna. 2000. Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta.
Shvoong. 2012. Pengertian Hewan. http://id.shvoong.com/exact-sciences/veterinary/2199990-pengertian hewan/#ixzz25YpHqSeD. Diakses: Rabu, 5 September 2012. Pukul 10.03 WIB



Tidak ada komentar:

Posting Komentar