Minggu, 18 November 2012

HAKIKAT GURU

Menjadi Guru Yang Digugu dan Ditiru 
 
Bagi semua teman-teman calon guru ingat selalu bahwa guru harus bisa menjadi teladan bagi muridnya...
Ingatlah kembali hakikat seorang guru
Gu-Ru; diguGU dan ditiRU

1.   Pendahuluan
Terdapat empat aliran pendidikan yang sudah popular, yaitu nativisme, empirisme, naturalisme dan konvergensi. Nativisme yang dipelopori Schopenhauer berpendapat bahwa bayi terlahir sudah dengan pembawaan sifat baik dan buruk. Empirisme melalui John Locke (1704-1832) menyatakan bahwa pembentukan kepribadian manusia sangat ditentukan oleh rangsangan dari lingkungan luar. Naturalisme yang dimunculkan oleh J.J. Rousseau (1712-1778) menyatakan bahwa semua anak yang baru dilahirkan mempunyai pembawaan buruk. Dan Konvergensi yang dipelopori William Stern menyebutkan bahwa keberhasilan pendidikan sangat tergantung dari pembawaan dan lingkungan.
Lalu siapakah yang benar? Terlepas dari itu semua ada satu tokoh lagi yang bernama Ghazali dengan pemikiran-pemikirannya yang berlandaskan Al-Quran dan Al-Hadist yang sangat fenomenal. Beliau menjelaskan tentang konsep fitrah yang dikenal dengan sebutan al-Nafs al-Rabbâniyyah.. Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah atau suci tidak berarti kosong melainkan memiliki potensi. Fitrah merupakan potensi yang terdiri dari lima jenis yaitu potensi berilmu, potensi  beramal, potensi berislam, potensi bertakwa dan potensi berihsan. Pandangan beliau dipengaruhi oleh paham tasawuf. Ghazali menekankan teorinya pada konsep kepribadian Muthmainnah. Kepribadian Muthmainah yang mengantarkan manusia pada eksistensi sebenarnya sebagai hamba Allah. Pandangan Al-Ghazali tentang pendidikan lebih cenderung pada pendidikan moral dengan pembinaan budi pekerti dan penanaman sifat-sifat keutamaan pada anak didik.
2.    Landasan Teori
Dalam bahasa Arab istilah yang mengacu kepada pengertian guru, yaitu; al-Alim (jamaknya ulama) atau al-Mu’allim, yang berarti orang yang mengetahui dan banyak digunakan para ulama/ahli pendidikan untuk menunjuk pada hati guru. Selain itu, adalah al-Mudarris (untuk arti orang yang mengajar atau orang yang memberi pelajaran) dan al-Muaddib (yang merujuk kepada guru yang secara khusus mengajar di istana) serta al-Ustadz (untuk menunjuk kepada guru yang mengajar bidang pengetahuan agama Islam, dan sebutan ini hanya dipakai oleh masyarakat Indonesia dan Malaysia).[1]
Efektivitas dan efisiensi belajar individu di sekolah sangat bergantung kepada peran guru. Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan bahwa dalam pengertian pendidikan secara luas, seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai :
1.      Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan;
2.      Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan;
3.      Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik;
4.    Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya    dan perilakunya, dalam proses interaksi dengan sasaran didik;
5.   Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik, serta Tuhan yang menciptakannya).
Sedangkan dalam pengertian pendidikan yang terbatas, Abin Syamsuddin dengan mengutip pemikiran Gage dan Berliner, mengemukakan peran guru dalam proses pembelajaran peserta didik, yang mencakup :
1.  Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre-teaching problems).;
2. Guru sebagai pelaksana (organizer), yang harus dapat menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana, di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person), konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems).
3.  Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan, menganalisa, menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement), atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran, berdasarkan kriteria yang ditetapkan, baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya.

Selanjutnya, dalam konteks proses belajar mengajar di Indonesia, Abin Syamsuddin menambahkan satu peran lagi yaitu sebagai pembimbing (teacher counsel), di mana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar, melakukan diagnosa, prognosa, dan kalau masih dalam batas kewenangannya, harus membantu pemecahannya (remedial teaching).
Di lain pihak, Moh. Surya (1997) mengemukakan tentang peranan guru di sekolah, keluarga dan masyarakat. Di sekolah, guru berperan sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, penilai hasil pembelajaran peserta didik, pengarah pembelajaran dan pembimbing peserta didik. Sedangkan dalam keluarga, guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator). Sementara itu di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat (social developer), penemu masyarakat (social inovator), dan agen masyarakat (social agent).
Lebih jauh, dikemukakan pula tentang peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan, diri pribadi (self oriented), dan dari sudut pandang psikologis.
Dalam hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan, guru berperan sebagai :
1.   Pengambil inisiatif, pengarah, dan penilai pendidikan;
2.  Wakil masyarakat di sekolah, artinya guru berperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan;
3.   Seorang pakar dalam bidangnya, yaitu menguasai bahan yang harus diajarkannya;
4.   Penegak disiplin, yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin;
5. Pelaksana administrasi pendidikan, yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik;
6.  Pemimpin generasi muda, artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan; dan
7.    Penterjemah kepada masyarakat, yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
Di pandang dari segi diri-pribadinya (self oriented), seorang guru berperan sebagai :
1.  Pekerja sosial (social worker), yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat;
2.   Pelajar dan ilmuwan, yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya;
3.      Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah;
4.      model keteladanan, artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta didik; dan
5.   Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya.
Dari sudut pandang secara psikologis, guru berperan sebagai :
1.  Pakar psikologi pendidikan, artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik;
2.      Seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relations), artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia, khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan;
3.     Pembentuk kelompok (group builder), yaitu mampu mambentuk menciptakan kelompok dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan;
4.      Catalyc agent atau inovator, yaitu guru merupakan orang yang yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik; dan
5.   Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker), artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik.
Sementara itu, Doyle sebagaimana dikutip oleh Sudarwan Danim (2002) mengemukan dua peran utama guru dalam pembelajaran yaitu menciptakan keteraturan (establishing order) dan memfasilitasi proses belajar (facilitating learning). Yang dimaksud keteraturan di sini mencakup hal-hal yang terkait langsung atau tidak langsung dengan proses pembelajaran, seperti : tata letak tempat duduk, disiplin peserta didik di kelas, interaksi peserta didik dengan sesamanya, interaksi peserta didik dengan guru, jam masuk dan keluar untuk setiap sesi mata pelajaran, pengelolaan sumber belajar, pengelolaan bahan belajar, prosedur dan sistem yang mendukung proses pembelajaran, lingkungan belajar, dan lain-lain.
Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya. Guru harus harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran peserta didik. Guru di masa mendatang tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang paling well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh, berkembang, berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. Di masa depan, guru bukan satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya.
Jika guru tidak memahami mekanisme dan pola penyebaran informasi yang demikian cepat, ia akan terpuruk secara profesional. Kalau hal ini terjadi, ia akan kehilangan kepercayaan baik dari peserta didik, orang tua maupun masyarakat. Untuk menghadapi tantangan profesionalitas tersebut, guru perlu berfikir secara antisipatif dan proaktif. Artinya, guru harus melakukan pembaruan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya secara terus menerus. Disamping itu, guru masa depan harus paham penelitian guna mendukung terhadap efektivitas pengajaran yang dilaksanakannya, sehingga dengan dukungan hasil penelitiaan guru tidak terjebak pada praktek pengajaran yang menurut asumsi mereka sudah efektif, namum kenyataannya justru mematikan kreativitas para peserta didiknya. Begitu juga, dengan dukungan hasil penelitian yang mutakhir memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran yang bervariasi dari tahun ke tahun, disesuaikan dengan konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berlangsung.
     Berdasarkan tinjauan teori di atas maka diperlukan suatu pengembangan kepribadian guru yang mampu menjalankan peran-peran di atas dengan sebaik-baiknya.
3.  Bagaimana Seharusnya Guru Itu?

“Sesungguhnya hasil ilmu itu ialah mendekatkan diri kepada Allah, Tuhan semesta alam, menghubungkan diri dengan ketinggian malaikat dan berhampiran dengan malaikat tinggi.” (Imam Al-Ghazali)

Saat ini, kebanyakan guru hanya menjadi pengajar, yaitu mengajarkan pelajaran kepada para siswa. Guru hanya mentransfer atau memindahkan pengetahuan dalam pikiran dan buku untuk ditiru sehingga dikuasai siswanya. Akibatnya, gurupun hanya berorientasi untuk menyampaikan materi pelajaran. Tidak lebih dari itu. Memperhatikan kondisi demikian, para guru lebih berkeinginan untuk menjadi pengajar daripada pendidik.
Memang menjadi pengajar itu mudah. Sangat mudah. KBBI (2008:23) mendefinisikan mengajar sebagai kegiatan memberi pelajaran. Kata mengajar berasal dari kata ”ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui atau dituruti. Jika makna mengajar hanya demikian, tentu kondisi ini sangat berbahaya. Guru tidak lagi memperhatikan aspek-aspek humanisme para siswanya. Karena hanya bertujuan menyampaikan pelajaran, guru hanya mengejar ketercapaian kurikulum. Jika semua isi kurikulum sudah disampaikan, gurupun beranggapan bahwa tugasnya sudah selesai.

 

                              Gambar 1.  Ilustrasi diskusi yang dilakukan oleh guru
Tugas terberat guru adalah menjadi pelatih akhlak dan kecerdasan. Akhlak itu melekat pada diri seseorang. Akhlak tercermin dari perilaku keseharian. Karena menjadi pelatih, semua perilaku guru merupakan cerminan penguasaan pelajaran yang dibungkus dengan kesantunan sikap, hati dan pikirannya. Itulah wujud pikiran cerdas seorang guru. Jika sikap itu dimiliki 1% guru Indonesia, bangsa ini akan menjadi bangsa maju sebagai pesaing utama bangsa maju dunia.
Seorang guru adalah orang yang menempati status yang mulia di daratan bumi, ia meniddik jiwa, hati, akal dan roh manusia. Sedangkan jiwa manusia adalah unsur yang paling mulia pada bagian tubuh manusia dan manusia adalah makhluk yang paling mulia di dunia ini dibandingkan dengan makhluk lainnya.
4. Sifat-Sifat Guru yang Dirindukan
Berdasarkan peran guru yang telah diuraikan pada dasar teori, maka guru harus memiliki sifat-sifat yang dirindukan oleh murid-muridnya sehingga pada akhirnya guru itu akan digugu dan ditiru. Berikut ini dijelaskan sifat-sifat guru yang dirindu oleh murid-muridnya:
a.   Guru hendaknya mencintai muridnya bagaikan anaknya sendiri. Pengarahan kasih sayang kepada murid mengandung makna dan tujuan perbaikan hubungan pergaulan dengan anak-anak didiknya, dan mendorong mereka untuk mencintai pelajaran, guru, dan sekolah dengan tanpa berlaku kasar terhadap mereka. Dengan dasar ini maka hubungan pergaulan antara guru dan murid menjadi baik dan intim yang didasari atas rasa kasih sayang dan cinta serta kehalusan budi.
b.    Guru hendaknya bekerja jangan mencari bayaran dari pekerjaan mengajarkan dengan alasan bahwa pekerjaan mengajar itu lebih tinggi harganya dari pada harta benda, cukuplah kiranya guru mendapatkan kebaikan (fathilah) dan pengakuan tentang kemampuannya menunjukkan orang kepada jalan kebenaran dan hak, kebaikan dan ilmu pengetahuan, dan yang lebih utama lagi ialah guru dengan menunjukkan jalan yang hak kepada orang lain.
c.    Guru hendaknya selalu menasehati muridnya agar menuntut ilmu yang bermanfaat dan memberikan nasihat-nasihat lainnya yang bersifat pribadi dan mendidik.
d.   Seorang guru idola (taladan) yang baik dan contoh yang utama yang harus ditiru oleh anak-anak (mereka menyerap kebiasaan yang baik yang dikembangkan oleh seorang guru idola). Mereka senang mencontoh sifat-sifat dan meniru segala tindak-tanduk guru yang diidolakan. Oleh sebab itu seorang guru wajib berjiwa lembut yang penuh dengan tasammuh (lapang dada) penuh keutamaan, dan terpuji.
e.   Memperhatikan bakat-kemampuan murid tingkat perkembangan akal dan pertumbuhan jasmaniahnya dan guru harus memperhatikan perbedaan-perbedaan individual anak (murid).
f.   Faktanya, guru yang humoris lebih disukai daripada guru yang terkesan serius. Tapi dampak dari kehumorisan yang berlebihan akan membuat seorang guru kehilangan kewibawaan. Sebaiknya seorang guru tetap serius tapi terkesan ramah. Atau humoris yang tidak berlebihan.
g.    Guru hendaknya mampu mengamalkan ilmunya, agar ucapannya tidak mendustai perbuatannya. Guru idola adalah guru yang karena ucapan-ucapan yang sesuai dengan prilakunya. Jika guru berpaling dari ucapannya maka akan menjadi sumber kerendahan.
h.   Guru hendaknya menjadi contoh teladan yang baik bagi murid-muridnya. Jika kita amati kenyataan masa kini bahwa sistem pendidikan tidak akan mengalami kerusakan disekolah-sekolah kita, kecuali jika para guru tidak melakukan apa yang mereka katakan, sehingga murid-muridnya tidak mendapatkan seseorang guru pun di antara mereka tokoh teladan dan ikutan baik yang diteladani sebagai idola mereka. Dalam kaitan ini firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat yang tegas menyatakan sebagai berikut :

“Apakah kamu memerintah manusia dngan perbuatan baik sedang kamu lupa terhadap dirimu sendiri.” (Al-Baqarah, 44).
Disamping itu mereka melupakan arti syair yang mengatakan :
“Janganlah engkau melarang orang lain berbuat akhlak jelek sedangkan kamu sendiri melakukannya.”
i.   Mempelajari hidup psikologis murid-muridnya agar keragu-raguan antara guru dan murid-murid lenyap, dan mereka dapat bergaul akrab, serta menghilangkan gangguan-gangguan yang menghalangi hubungan mereka dengan murid-muridnya.
j.   Guru hendaknya selalu berpenampilan rapi, sopan dan santun suasai dengan tuntutan agama dan norma yang berlaku.
k.    Guru hendaknya tidak melupakan janji yang telah diucapkan.
l.     Guru hendaknya selalu berbuat adil dan memperlakukan sama rata semua siswanya.
5.  Persyaratan kepribadian pendidik
a.      Sabar menerima masalah masalah-masalah yang ditanyakan murid dan harus diterima baik.
b.     Berani untuk memuji dan menghukum demi kebaikan siswanya
c.      Senantiasa bersifat kasih dan tidak pilih kasih
d.     Jika duduk harus sopan dan tunduk, tidak riya/ pamer.
e.     Tidak takabur, kecuali terhadap orang yang alim, dengan maksud mencegah tindakannya.
f.     Bersikap tawadhu’ dalam pertemuan-pertemuan
g.    Sikap dan pembicaraannya tidak main-main
h.    Menanamkan sifat bersahabat di dalam hatinya terhadap semua murid-muridnya
i.     Menyantuni serta tidak membentak-bentak orang-orang bodoh
j.     Membimbing dan mendidik murid yang bodoh dengan cara yang sebaik-baiknya
k.   Berani berkata : saya tidak tahu, terhadap masalah yang tidak dimengerti. Guru boleh tidak tahu tapi tidak boleh berkata bohong.           
3.1  Simpulan
Guru yang dirindu adalah guru yang penuh cinta kasih terhadap siswanya, sesuainya ucapan dengan tindakan dan mampu menjadi suri tauladan baik itu dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan di masyarakat. Guru bisa mendapatkan kewibawaan melalui pembawaan yang serius tapi tetap ramah dan murah senyum dan harus menjauhi dari kesan galak atau kejam sehingga murid menggugu karena takut. Jika seorang guru telah menjadi seorang guru yang dirindukan oleh siswanya, insya Allah dia pasti akan di gugu dan ditiru.

Daftar Pustaka
Al-Jumbulati, Ali dan Futuh At-Tuwaanisi, Abdul. 1994. Perbandingan Pendidikan Islam. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 1980. Pengelolaan Kelas dan Siswa. Jakarta : Rajawali.
Arikunto, Suharsimi. 1993.Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta : Penerbit Rineka Cipta.
 Bahri Djamarah,  Syaiful dan Zain, Aswan. 1997. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Bahri Djamarah, Syaiful. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta : Rineka Cipta.
Hasan Sulaiman, Fathiyah. Aliran-Aliran Dalam Pendidikan (Studi Tentang Aliran Pendidikan Menurut Al-Ghazali).
Nata, Abuddin.2001. Perspektif Islam Tentang Pola Hubungan Guru-Murid (Studi Pemikiran Tasawuf Al-Ghazali). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Soetjipto, Raflis Kosasi. 1999. Profesi Keguruan. Jakart: Rineka Cipta.
Tamrin¸ Dahlan. 1988. Al-Ghazali dan Pemikiran Pendidikannya. Malang.
Zainuddin. 1990. Seluk-Beluk Pendidikan Dari Al-Ghazali. Jakarta: Bumi Aksara.

Source:
http://share-pangaweruh.blogspot.com/2012/06/artikel-guruku-yang-kurindu-menjadi.html
 

CARA MEMBUAT BAKTERI ACETOBACTER XYLINUM

Cara Membuat Bakteri Acetobacter Xylinum (Bakteri Nata)
Setelah sebelumnya dipostingkan mengenai bagaimana cara pembuatan nata de lerri, sekarang akan disampaikan bagaimana cara pembuatan bakteri Acetobacter Xylinum. Sebenarnya harus diakui jika judul cara membuat bakteri Acetobacter Xylinum itu kuranglah tepat, karena kita sebenarnya hanya membuat suatu kondisi lingkungan (inokulasi) yang memungkinkan agar bakteri Acetobecter Xylinum dapat berkembang biak dengan baik.

Secara kegunaan, utamanya Acetobacter Xylinum digunakan untuk segala bentuk bioteknologi yang menghasilkan nata (ada nata de coco (dari air kelapa), nata de soya (dari limbah tahu atau susu kedelai), nata de tomato, nata de pina, nata de cassava (dari singkong), nata de melo, dll.). Praktisnya kita dapat membeli "bibit" Acetobacter Xylinum di LIPI atau balai penelitian lainnya, bahkan harganya sangat terjangkau. Tetapi bagi kita yang malas ke LIPI atau jauh dari balai penelitian sejenisnya kita bisa membuat sendiri Acetobacter Xylinum dengan mudah.

Bahan:
  1. Nanas matang 1 buah
  2. Gula pasir secukupnya
  3. Air
Alat:
  1. Pisau
  2. Blender
  3. Saringan
  4. Botol plastik/kaca atau botol bekas lainnya
  5. Wadah
Prosedur Pembuatan
  1. Kupas Nanas matang sebanyak satu buah, lalu cuci hingga bersih
  2. Potong kecil-kecil nanas tersebut, masukan ke dalam blender (atau alat penghancur lainnya seperti parutan)
  3. Setelah dihancurkan, peras air Nanas dan saring.
  4. Pakai ampas nanas hasil saringan, lalu tambahkan gula pasir dan air dengan perbandingan ampas nanas:gula pasir:air = 6:3:1
  5. Aduk campuran tersebut sapai rata, kemudian masukan ke dalam botol yang tertutup rapat.
  6. Diamkan selama 2-3 minggu sampai terbentuk lapisan putih di atas campuran tersebut. Simpan di dalam temperatur kamar, jangan membuka tutup botolnya (lihat penjelasan).
  7. Bagian yang digunakan untuk membuat nata adalah air dari campuran tersebut yang mengandung bakteri Acetobacter Xylinum
  8. Apa yang anda hasilkan biasa disebut sebagai starter atau bibit Acetobacter Xylinum.
Penjelasan
Kenapa harus Nanas? Karena pada nanas secara alami memang telah hidup/ada bakteri Acetobacter Xylinum. Penambahan gula dimaksudkan sebagai makanan untuk difermentasi oleh bakteri Acetobacter Xylinum. Dengan kata lain, asalnya bakteri berjumlah sedikit, ketika diberi makanan akan semakin bertambah banyak. Selain itu bakteri ini bersifat anaerob, jadi jangan terlalu sering membiarkan udara masuk ke dalam botol tempat inokulasi.


Gambar Contoh Proses Terbentuknya Acetobacter Xylinum

Source:
http://share-pangaweruh.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-bakteri-acetobacter.html

 

CARA MEMBUAT NATA DE LERRI

Nata de Lerri: Makanan Dari Air Cucian Beras
 
Perkembangan bioteknologi pengolahan pangan akhir-akhir ini semakin berkembang saja. Manusia mulai mencari alternatif bahan makanan yang memenuhi kriteria masa kini: sehat, efektif, efisien dan mudah untuk didapatkan. Salah satunya pada industri pembuatan nata. Sebenarnya banyak sekali jenis nata yang berhasil ditemukan, ada nata de coco (dari air kelapa), nata de soya (dari limbah tahu atau susu kedelai), nata de tomato, nata de pina, nata de cassava (dari singkong), nata de melo dan sekarang yang akan dibahas adalah nata de leri.
   Harus diketahui secara bahasa nata memiliki arti sebagai selulosa (biasanya dibentuk oleh bakteri Acetobacter Xylinum), dan leri artinya air cucian beras. hasil penelitian mahasiswa Fakultas MIPA UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), Rizky Stiyabudi, mahasiswa Jurusan Fisika, Anggiyani Ratnaningtyas, serta mahasiswa Pendidikan Kimia dan Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik UNY, Nuky Hanggara. Mereka memanfaatkan air cucian beras yang terbuang sia-sia, untuk menjadi bernilai ekonomis dan berpotensi mendatangkan keuntungan.
     Prinsip dasar dari pembuatan nata de leri adalah suatu bahan pangan dapat diolah menjadi nata adalah adanya kandungan karbohidrat yang cukup memadai. Hal tersebut dikarenakan prinsip kerja bakteri Acetobacter Xylinum yang merubah karbohidrat (atau polisakarida) menjadi selulosa. Soal rasa, bisa dijamin jika nata de leri rasanya tidak jauh berbeda dengan nata de coco.
     Harus diakui memang jika ide pengolahan air beras secara bioteknologi sangat cerdas dan inovatif. Jika dilihat dari aspek historis, memang air cucian beras (yang sudah dipanaskan) pada awalnya sering digunakan sebagai pengganti air susu ibu (ASI). Terutama bagi ibu yang tidak bisa menyusui anaknya karena sesuatu hal atau digunakan karena alasan lainnya.
     Air leri sendiri mengandung gula, karbohidrat, vitamin B1(dibandingkan nata yang lain hanya nata de leri yang mengandung vit. B1) dan serat pangan. Nata de lerri ini memiliki kadar serat yang tinggi dibanding nata de coco ataupun nata de soya. Kadar serat nata de coco atau nata de soya hanya 4-8%, sedangkan nata de lerri memiliki kandungan 44,8% serat. Jadi pasti makanan ini adalah makanan inovasi baru yang sehat. terutama pada penderita diabetes dan juga membantu dalam pencernaan makanan.


Gambar Air Cucian Beras


Bahan: 
  1. Air cucian beras yang ke-1 sampai ke-3 sebanyak 3 Liter  sebagai medium utama
  2. Pupuk urea atau ZA 50 gram sebagai katalisator (pupuk urea dan ZA dalam pembuatan nata masih menjadi kontroversi karena dapat menyebabkan alergi untuk sebagian orang terutama pada bayi. Tapi harus diakui urea/ZA dapat mempercepat proses pembuatan nata menjadi 3 kali lipat lebih cepat)
  3. Gula 50 gram
  4. Cuka (asam asetat) 3 sendok makan
  5. Bakteri Acetobacter Xylinum (bisa dibeli di LIPI atau dibuat dari air nanas)

Cara membuat:
  1. Saring air leri lalu rebus kurang lebih 15 menit atau hingga mendidih. Perebusan ini berfungsi untuk menghilangkan zat berbahaya di dalam leri (seperti pestisida dn residu lainnya)
  2. Leri yang sudah dipanaskan masukan ke dalam wadah/loyang
  3. Masukkan Urea/ZA, gula dan cuka, aduk hingga merata
  4. Dinginkan lalu setelah dingin masukkan bakteri ke dalam leri tersebut (leri harus dalam keadaan dingin, jika pada keadaan panas bakteri akan mati)
  5. Tutup wadah/loyang dengan kertas atau plastik (jangan menggunakan kertas koran karena timbal yang terkandung di dalamnya berbahaya)
  6. Ikat dengan karet. Lalu tunggu hingga 9 hari maka nata de leri sudah siap dihidangkan.


Daftar Pustaka
      Anonim. 2010. Nata de Lerry. Tersedia (Online): http://smua4acie.blogspot.com/2010/01/nata-de-lerry.html [Diakses pada 23 uni 2012]
      Anonim. 2010. Tersedia (Online):  http://natadelerryyummy.blogspot.com/  [Diakses pada 23 uni 2012]
       Unjianto, Bambang. 2011. Pilihan Baru Nata de Coco dari Air Cucian Beras. Tersedia (Online): http://www.natadecocoindonesia.com/?page=pilihanbarunatadecocodariaircucianberas [Diakses pada 23 uni 2012]
 
Source:
http://share-pangaweruh.blogspot.com/2012/06/nata-de-lerri-makanan-dari-air-cucian.html

PENCEMARAN LINGKUNGAN DI NEGARA CINA

China dalam tiga dekade terakhir ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Tetapi dalam tiga dekade terakhir ini juga China mengalami pencemaran lingkungan.
Warga kota-kota industri yang jarang melihat matahari secara langsung, anak-anak keracunan bahkan sampai meninggal akibat polusi, daerah pesisir pantai yang ditumbuhi alga merah. Hal-hal ini sudah menjadi biasa di China.
Pada bulan Agustus lalu terdapat kasus pencemaran lingkungan. Kasus pencemaran timah oleh Perusahaan Dongling di provinsi Shaanxi, kemudian terjadi kembali kasus pencemaran yang terjadi di Kunming, Yunnan. Hal ini merupakan sebagian kasus pencemaran yang terjadi di China. Pencemaran ini membawa dampak buruk 615 anak menjadi korban pencemaran di Shaanxi, kemudian 200 anak menderita keracunan di provinsi Yunnan. Banyak protes terjadi akibat kasus pencemaran ini. Pemerintah China didesak untuk mencari jalan keluar yang tepat dalam masalah pencemaran lingkungan ini.
Pertumbuhan ekonomi China yang mengusung ekspor led growth membuat seluruh pabrik berproduksi besar-besaran. Hampir seluruh komoditi ekspor di dunia dikuasai oleh China. Tetapi hal ini tidak dibarengi dengan tindakan menjaga lingkungan. Di satu sisi pertumbuhan ekonomi membawa hasil yang positif tapi di sisi lain membawa hasil yang negatif. Pemerintah tidak bisa tidak membiarkan pencemaran ini terus terjadi, hal ini juga didukung dengan terjadinya pemanasan global, yang memaksa negara-negara mengeluarkan emisi yang besar untuk bersama-sama mengurangi polusinya.

Langkah China
Pada Maret 2008, Kongres Rakyat Nasional mengesahkan Departemen Perlindungan Lingkungan. Sebelum berdirinya departemen ini, badan perlindungan lingkungan ini disebut State Environmental Protection Administration (SEPA).
Departemen ini bertugas sesuai dengan namanya yaitu melakukan serangkaian perlindungan lingkungan. Mulai dari pengawasan, perencanaan undang-undang, serta pelaksanaan dari undang-undang tersebut. Departemen ini dipimpin oleh Zhou Shengxian.
Sebenarnya langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah China dalam melakukan tindakan perlindungan sudah tepat. Tindakan ini bahkan sudah diambil sejak tahun 1970an. Pada saat itu, China sudah menetapkan prinsip-prinsip untuk mengatur dan mengalokasi pengeluaran dari perlindungan lingkungan.
Prinsip-prinsipnya adalah pertama, menekankan pada tindakan pencegahan dan secara ketat mengontrol sumber polusi baru. Kedua, menetapkan pencegahan polusi harus dimulai pada saat proses industri berlangsung. Ketiga, pelaku pecemaran harus menanggung biaya pemulihan lingkungan. Keempat, memberikan bantuan finansial kepada para perusahaan yang berupaya untuk mencegah polusi. Kelima, mengontrol polusi secara terpusat untuk mengurangi masalah-masalah lingkungan di perkotaan.
Bahkan pemerintah China telah melakukan investasi untuk penghematan energi. Pada tahun 1991-1993, China meningkatkan investasi mencapai 17 miliar Yuan untuk konstruksi modal dan konservasi energi.
Li Keqiang, Wakil Perdana Menteri, pada bulan Agustus lalu juga mengadakan rapat mengenai survei nasional tentang polusi. Dalam rapat ini, Li menghimbau untuk terus menjaga lingkungan dan menyelesaikan masalah mengenai polusi ini, yang bertujuan untuk menjaga sustainable development di China dan meningkatkan kualitas dan standar hidup rakyatnya.

Hambatan
Langkah-langkah yang diambil oleh China sudah tepat, tetapi mengapa masih banyak terjadi pencemaran lingkungan?
Menurut Wang Hanchen dan Liu Bingjiang, hal ini disebabkan oleh pertama, sistem manajemen lingkungan dibuat dalam bentuk dokumen rencana, kurangnya dukungan hukum menyebabkan hal tersebut sulit dilaksanakan. Kedua, koordinasi dari standar baru kontrol volume yang sudah ditetapkan masih kurang jelas atau tidak konkret. Ketiga, beberapa sistem manajemen yang sudah diformulasikan sebelumnya, tidak sesuai dengan keadaan China sekarang yang sudah mengalami perkembangan ekonomi. Keempat, perusahaan-perusahaan berorientasi pada keuntungan yang menyebabkan mereka berusaha untuk melepaskan tanggung jawab atas pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh proses produksi. (Energizing China, 1998)
Oleh karena itu, China harus dengan sigap menyiasati pencemaran lingkungan tersebut. Protes sudah dilancarkan hampir seluruh negara di dunia. Terutama negara-negara tetangga seperti Jepang dan Korea Selatan. Dua negara ini juga mengalami dampak dari pencemaran yang dilakukan oleh China. Beberapa sekolah di daerah selatan Jepang dan Korea Selatan harus menghentikan kegiatannya akibat kabut kimia beracun yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik di China. Kemudian badai pasir dari Gurun Gobi menyebabkan penggundulan hutan (deforestation). Bahkan pencemaran ini sampai ke daratan Amerika Utara.
Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh China dampaknya tidak hanya dirasakan oleh China sendiri tetapi juga oleh dunia. Dengan bersama-sama kita menjaga lingkungan, kita jaga planet kita, bumi kita tercinta.

Source:
http://masihadalangitdiataslangit.blogspot.com/2009/09/china-dan-lingkungan.html

CARA MEMBUAT SABUN CUCI PIRING

Kebutuhan akan sabun cuci piring memang sering membuat boros pengeluaran uang anda apa lagi untuk anda yang keperluan rumah tangganya aktif memasak di dapur sudah barang tentu memerlukan sabun cuci piring yang banyak, untuk berhemat alangkah baiknya anda tau cara membuat sabun cuci piring sendiri. Bagaimana cara membuatnya, simak prosesnya berikut ini:

Bahan dasar sabun :

1. Sabun yang terbuat dari bahan dasar ZAP (zat aktif permukaan) berbahan anionic biasanya untuk sabun cair
2. Sabun yang terbuat dari lemak, logam (yang digaramkan misalnya natrium dan kalium) adalah jenis sabun untuk mandi atau sabun krim / sabun padat

Untuk membuat sabun, Anda juga memerlukan sarung tangan khusus, agar cairan yang sifatnya keras tidak mengenai tangan anda dan membuatnya terluka.

Langkah-langkah pembuatan sabun cair :
Alat-alat :
- Alat pengaduk
- Kemasan, kemasan berfungsi untuk menyimpan sabun dalam jangka waktu lama
- Piala gelas, ember kecil, atau wadah untuk menampung bahan baku
- Alat timbangan untuk mengukur kadar bahan, bahan dasar sabun harus pas agar tak kelebihan atau kekurangan. Efek jika kelebihan akan menyebabkan iritasi kulit nantinya, sedangkan jika kekurangan, akan membuat sabun menjadi tak berbusa

Bahan-bahan yang dibutuhkan :
* Natrium clorida 15 gr
* Pewarna (bisa pewarna makanan atau pewarna tekstil)
* Pewangi (dapat diperoleh di toko-toko kimia)
* Tepol 70 cc
* Air bersih 250 cc
* Soda ash 25 gr
Cara menggunakannya :
  1. Campurkan tepol, air dalam satu wadah, aduk terus hingga tercampur. Lalu larutkan soda dan aduk terus sampai semuanya merata.
  2. Campurkan pewangi, pewarna (pewarna dan pewangi adalah tambahan saja). Jika Anda ingin menambahkan wewangian atau tidak suka dengan cairan bening
  3. Setelah semuanya tercampur dengan merata, tambahkan natrium clorida sedikit demi sedikit untuk hasil yang maksimal, jangan sekaligus, sebab adonan akan menggumpal), lalu aduk hingga terus mengental (pengadukan dihentikan jika sudah terasa berat)
  4. Larutan pencuci piring siap dipakai.
Source:
http://kerockan.blogspot.com/2012/05/proses-membuat-sabun-cuci-piring.html


Ada cara yang kedua, namun pada prinsipnya sama saja, ikuti link berikut ini
http://www.ayosekolah.com/forum/36-tips-n-tricks/10838-cara-membuat-sabun-cuci-piring--homeindustri.html

CARA MEMBUAT SABUN HERBAL


 Sabun Mandi Herbal
Membuat Sabun Mandi Herbal, selain menghemat uang juga jauh lebih bermanfaat bagi kulit anda. Memang harganya lebih mahal dibanding sabun mandi biasa tetapi manfaatnya luarbiasa.
Tapi jika membuat sendiri, harga dasar sabun mandi herbal yang sama dengan harga sabun mandi yang beredar di pasaran anda sudah mendapatkan keuntungan yang tidak bisa diberikan dari sabun mandi biasa.
Misalnya harga sabun mandi di pasaran 2000 rupiah dengan komposisi bahan 60% berbahan kimia, dengan sabun mandi herbal yang harga dasarnya juga 2000, anda mendapatkan bahan alami sebesar 80%.
Membuatnya pun tidak harus menggunakan alat-alat yang mahal seperti alat produksi pabrikan, namun anda bisa menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. Dibawah ini contoh alat-alat yang digunakan untuk membuat sabun mandi herbal :
  1. Kocokan telur
  2. Wadah berbahan kaca atau baskom plastiK
  3. Sarung tangan
  4. Kacamata bengkel (tersedia di toko bangunan)
  5. Gelas Ukur dari plastik
  6. Mangkok berukuran besar berbahan kaca (untuk pencampuran NAOH)
  7. Celemek
  8. Cetakan sabun (bisa menggunakan bahan karton, Pipa PVC)
  9. Kertas Minyak
  10. Adukan dari aluminium
  11. Termometer
  12. Plastik Wrap (pembungkus makanan)
Alat-alat diatas bisa dibeli di toko roti terdekat di kota anda. Selain alat bahan-bahan alami yang dibutuhkan untuk ditambahkan ke bahan dasar sabun bisa anda dapatkan di pasar tradisional dengan harga yang murah. Dibawah ini bahan Dasar dan tambahan yang biasa digunakan untuk membuat sabun.
Bahan Dasar :
  1. NAOH
  2. Minyak Kelapa
  3. Minyak Sawit
  4. Minyak Zaitun
  5. Minyak Jarak
Bahan Tambahan :
  1. Bubuk Coklat
  2. Bubuk Kopi
  3. Susu bubuk
  4. Buah-buahan yang bermanfaat untuk kulit
  5. Pewarna makanan
  6. Minyak Wangi/Bibit minyak wangi
Setelah anda membeli dan menyiapkan alat dan bahan untuk membuat sabun. Saya akan memberikan resep gratis bagi anda untuk dicoba di rumah dan panduan cara membuat sabun Mandinya.

Hal Yang Sangat perlu diperhatikan adalah keamanan dalam pembuatan :
Jangan pernah menuangkan Air ke NAOH namun sebaliknya Tuangkan NAOH ke air sedikit demi sedikit, sebab jika terbalik proses diatas akan terjadi letupan dan bisa mengenai kulit tubuh atau muka atau mata anda. Kulit anda akan terbakar, jadi hati-hati
Jangan pernah menuangkan larutan Minyak ke dalam larutan NAOH, tetapi sebaliknya tuangkan NAOH ke dalam Minyak, karena efeknya sama dengan yang diatas.
Proses pembuatan hendaknya memakai sarung tangan , kacamata dan celemek. Keamanan adalah yang nomor satu untuk membuat sabun mandi.
Proses pembuatan sebaiknya di udara terbuka atau kalau di dalam ruangan ada sirkulasi udara sebab uap dari NAOH sangat menyesakkan.

Resep Sabun Mandi Coklat :
Untuk Sabun berjumlah 12 buah berat @100gr
No
Bahan
Berat
1
Minyak Sawit
340,2 gr
2
Minyak Kelapa
340,2 gr
3
Minyak Zaitun
425,5 gr

Minyak Castor
141,75 gr
4
NAOH
174,54 gr
5
Air
467,7 gr
6
Bubuk Coklat
50 gr
7
Pewarna Makanan
1.5 sdm
8
Bibit Minyak Wangi/minyak coklat
2 sdm

Panduan Cara Membuat Sabun Mandi Coklat :
Siapkan Cetakan sabun terlebih dahulu. Jika memakai karton (kayu) berbentuk kotak, lambari dengan kertas minyak, agar larutan sabun tidak menempel di cetakan.
Siapkan Wadah Gelas kaca untuk melarutkan NAOH. Tuangkan air sesuai dengan takaran kemudian tuangkan NAOH sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai NAOH larut. Setelah selesai diamkan sampai suhu 40-50°c
Campurkan Minyak Kelapa, Minyak Sawit dan Minyak Zaitun sesuai dengan takaran masing-masing bahan.
Setelah larutan NAOH mencapai suhu 50°c, tuangkan ke dalam campuran minyak sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk.
Pada proses pencampuran larutan NAOH dan minyak, adukan dilakukan sampai larutan mencapai keadaan trace.
Ketika mencapai keadaan trace, tambahkan bubuk coklat (sambil terus diaduk sampai tercampur merata), tambahkan pewarna tambahan (dari pewarna makanan bila masih diperlukan), yang terakhir tambahkan bibit minyak wangi (sesuai takaran, jenis minyak wangi sesuai selera).
Setelah mulai mengental, hentikan adukan lalu tuangkan kedalam cetakan yang sudah anda persiapkan.
Setelah semuanya tertuang kedalam cetakan. Tutup dengan plastik wrap, tambahkan tutup dari kain. Diamkan selama 24 jam. Jangan pernah dibuka sampai batas waktu yang ditentukan.
Selesai. Anda sudah bisa membuat sabun mandi sendiri.

Source:
http://aprofoto.com/blog/cara-membuat-sabun-herbal